Rabu, 29 Juni 2011

Wow...Waw...Wao...

Kamu pasti kagum saat membaca buku 'Yang Istimewa di Dunia'. Buku itu membahas hal-hal yang istimewa di dunia. Lina mendapatkan buku itu dari Miranda saat ulang tahunnya yang ke-14. Dan kebetulan, ulang tahun Lina jatuh saat liburan akhir semester. Lina jadi hobi baca buku, nih. Padahal biasanya kalau libur panjang seperti ini Lina malas membaca.

Pagi ini setelah sarapan, Lina duduk di ruang tamu sambil membaca buku 'Yang Istimewa di Dunia'. Lina membaca tentang kambing pencegah kebakaran.

***
Saat musim kemarau, kebakaran hutan sering terjadi akibat petir menyambar rumput atau gesekan ranting kering. Untuk mengatasi hal ini, orang Amerika lebih memilih kambing daripada zat kimia. Mengapa kambing? Karena kambing bisa makan rumput, daun dan ranting kering. Kambing memiliki mulut yang memudahkannya untuk memetik tumbuhan liar yang pendek. Perut kambing bisa mengolah makanan kering. Kaki kambing yang panjang membuatnya bisa berlari jauh ke dalam hutan.
***

"Wow... orang Amerika pandai juga, ya," batin Lina. Ia lalu melanjutkan membaca. Di halaman berikutnya, ada liputan tentang negara Prancis.

***
Orang Prancis suka makan. Meja makan harus indah dan makanan harus dihias. Orang Prancis memiliki aturan dalam memasak dan makan. Makanan di desa biasanya dimasak dengan cara tertentu dan perlu keterampilan khusus. Orang Prancis juga punya aturan makan keju, yaitu sebagai camilan sesudah makan besar. Sementara keju camembert dimakan setelah dikeluarkan beberapa jam dari kulkas agar keju menjadi lembut dan nikmat.
***

Waw... orang Prancis punya peraturan yang unik seru Lina dalam hatinya. Tiba-tiba Alya datang, ia mengajak Lina bermain basket. Lina tidak menolak, ia segera masuk kamar dan kembali dengan handuk kecil yang dikalungkan di leher. Di halaman rumah Lina ada Gian, Mas Riki, Leli, Ardi, dan Mega sedang menunggu. Mereka saudara Lina dari desa yang sedang menginap di Jakarta. "Yuk kita main basket!" ajak Gian dengan semangat. "Ayo..." sahut saudara-saudaranya.

"Sinar matahari pagi bagus untuk kesehatan, lho," seru Leli. "Iya, apalagi kita sambil olahraga," sambung Mega. "Makanya, semangat donk" kata Ardi sambil melempar bola basket ke arah Mas Riki. Ou, karena melamun Mas Riki tidak bisa menangkap bola. Mereka bermain dengan ceria sampai jam 9. Setelah itu mereka mandi dan noton tv. Saat saudara-saudaranya sedang asyik menonton film, Lina membaca buku di kamarnya.

***
Laut mati adalah sebutan untuk danau yang terletak di antara Israel dan Yordania. Luasnya kurang lebih 1.200 km persegi. Kandungan garam di danau ini sangat tinggi yaitu 9 kali lipat kandungan garam di laut. Air danau ini abu-abu kehitaman, licin seperti minyak dan tidak ada ikan yang hidup di sana. Tempat ini menjadi objek wisata, siapapun yang berenang di laut mati tidak akan tenggelam. Mengapung di air tanpa pelampung sekalipun. Mengapa demikian? Karena air di laut mati mengandung kadar garam yang tinggi. Inilah yang menjadi daya tarik para wisatawan.
***

Kree...k. Pintu kamar terbuka, Leli memasuki kamar Lina. "Assalamualaikum, Lina," sapa Leli yang langsung duduk di samping Lina. "Wa'alaikum salam, kamu ini bikin kaget aja," kata Lina kesal. "Maaf, ya, Lin, kamu lagi ngapain?"  tanya Leli. "Lagi baca buku tentang hal-hal istimewa di dunia, baca bareng, yuk!" ajak Lina. "Oke," jawab Leli singkat. Merekapun membaca artikel tentang musik dari sayuran.

***
Kota Wina di negara Austria memang terkenal sebagai kota musik. Ciri khas kota Wina adalah musik Strauss dan Schubert. Namun, ada beberapa pemusik di kota Wina yang menciptakan alat musik dari sayuran. Suara sayuran sangat khas, namun suara itu lemah sehingga butuh mikrofon yang peka. Untuk menghasilkan suara yang merdu, sayuran harus segar dan gerakan tangan harus lincah. Pemain musik harus bisa menggerakkan sayuran sesuai tangga lagu.

Apa saja alat musik yang dapat di buat?
Wortel dan lobak - Seruling atau flute.
Merica dan seledri - Akustik.
Terong - Simbal.
Paprika dan wortel - Terompet
Dan masih banyak lagi.
***

"Wao... hebat sekali, ya pemusik-pemusik dari kota Wina," seru Leli. "Iya, mereka kreatif," lanjut Lina. Setelah bercakap-cakap sebentar, mereka melanjutkan membaca.

***
Daun mapel biasanya berwarna merah dan hijau, bentuknya pun manis. Kamu pernah mencoba sirup mapel yang manis? Hm.. rasanya memang manis dan lezat. Di negara Jepang dan Cina daun mapel dijadikan sebagai lambang kasih sayang. Di Kanada, daun mapel di jadikan lambang negara. Sementara di Amerika, daun mapel sebagai tanda hadirnya cinta. Senyuman yang manis dan tindakan yang baik pasti akan dilakukan oleh setiap orang jika merasakan cinta.
***

Mereka terus membaca sampai waktunya makan siang. Setelah makan siang, mereka tidak melanjutkan mebaca melainkan tidur siang. Kata kakek, tidur siang itu penting untuk kesehatan dan untuk kecerdasan otak.

2 komentar: