Sabtu, 31 Desember 2011

Minum jamu? Hmm, yang terbayang rasa pahit dan tidak enak untuk diminum. Campur aduk! Coba, kalau es krim, hehehe, wah, Nesi enggak bakal nolak, deh! Sudah pasti bikin ketagihan dengan aneka rasa, coklat, stroberi, vanila dan masih banyak lagi. Nah, sekarang bagaiamana jika jamu diolah menjadi es krim? Apa, rasanya tetap pahit? Hehehe, jangan buru-buru bilang, 'enggak mau'. Ibu Retno berhasil mengolah menjadi es krim jamu tanpa rasa pahit. Hmm, es krim rasa jamu! Berani mencoba? Foto: warta kota Ide untuk membuat es krim jamu, awalnya hanya iseng saja. Ibu Retno Widawati yang tergabung dalam komunitas Honocokro (komunitas yang suka menciptakan sesuatu yang unik dan baru) terdorong untuk menciptakan sesuatu yang unik dari minuman jamu. Ibu Retno ingin agar jamu disukai siapa saja termasuk anak-anak. Lalu muncul ide membuat es puter tetapi dengan bahan dari jamu. Ibu Retno membeli alat-alat untuk membuat es krim, dan anak-anak itu senang dengan memutar-mutar alat es krim. Dan ternyata es krim jamu tersebut menjadi sesuatu yang menarik bagi masyarakat. "Es krim jamu ini mudah dibuat dan tidak memerlukan peralatan berat. Nah, siapa saja yang ingin membuat dan menjualnya, boleh saja, kok." kata Ibu Retno. Salah satu yang mengembangkan es krim jamu ini adalah Ibu Kardi Sriyanti—akrab disapa Ibu Kardi—yang sudah berpengalaman sebagai tukang jamu gendong selama 40 tahun. "Alhamdulillah banyak orang yang suka. Meski yang sedang flu minum es beras kencur ini jadi tidak sakit. Malah badannya menjadi hangat," kata Ibu Kardi tersenyum yang dikutip dari Kompas.com . Menurut Ibu Kardi es krim jamu yang agak kecokelatan memiliki rasa yang berbeda. Rasa beras kencurnya masih terasa dan benar-benar membuat badan menjadi hangat. Sayangnya, es krim beras kencur ini belum dijual dengan kemasan yang kecil. Ibu Kardi hanya membuatnya berdasarkan pesanan, misalkan untuk pesta pernikahan, acara arisan dengan kemasan termos yang besar untuk 300-400 orang. Dijual dengan harga Rp 750.000 per termos. Untuk kemasan kecil, Ibu Kardi berencana untuk membuatnya agar semua orang bisa mencicipinya. sumber: www.kidnesia.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar